Dua orang awak Kapal Motor (KM) Citra Anugrah dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah yang mereka derita setelah terjadinya ledakan yang diikuti dengan kebakaran kapal saat bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Menurut informasi awal yang diperoleh di lokasi kejadian, ledakan diduga disebabkan oleh tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam keadaan pecah, seperti yang disampaikan oleh Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan, dalam keterangan resmi yang diterima.
Dua korban yang kehilangan nyawa tersebut adalah Aryadin, sang kapten kapal berusia 40 tahun, dan Arif Jaya, juga berusia 40 tahun, yang merupakan anak buah kapal. Keduanya tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri saat insiden meledaknya kapal tersebut terjadi.
Sementara itu, dua ABK lainnya berhasil selamat. Iksan, berusia 45 tahun, mengalami patah tulang pada kakinya akibat melompat dari kapal, sedangkan Irfan, yang berusia 35 tahun, hanya mengalami luka ringan saat insiden pagi itu.
KM Citra Anugrah, yang dimiliki oleh Haji Salam, diketahui membawa sekitar 2.000 paket barang campuran, termasuk kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite, serta tabung gas berukuran tiga kilogram dan 12 kilogram. Banyak barang tersebut terjatuh dan berserakan di sekitar dermaga akibat ledakan.
Rencananya, muatan kapal tersebut akan dikirim ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Selayar, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setelah kejadian tersebut, petugas dari Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dan membantu memadamkan api yang mengeluarkan asap hitam tebal di area pelabuhan.
Kapolres menjelaskan bahwa muatan kapal yang mengalami insiden tersebut terdiri dari bahan pokok, gas elpiji, dan BBM yang semuanya merupakan pasokan penting bagi masyarakat, terutama menjelang lebaran tahun ini.
Menanggapi kejadian tragis ini, pihak terkait segera melakukan koordinasi untuk mencegah terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut, mengingat permintaan barang akan meningkat menjelang perayaan.
Sementara itu, dua korban yang meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu, setelah keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukannya autopsi.

