Pelatih Jose Mourinho telah memberikan pernyataan tegas mengenai isu dugaan rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Mourinho menegaskan bahwa masa depan Prestianni di Benfica akan terancam jika terbukti bersalah atas tuduhan pelecehan rasial. Saat ini, pemain yang berasal dari Argentina tersebut sedang menjalani penyelidikan oleh UEFA setelah Vinicius Junior melaporkan kejadian tersebut yang terjadi di laga play-off Liga Champions di Lisbon bulan lalu.
Prestianni membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya. Namun, UEFA sudah mengenakan sanksi sementara berupa larangan tampil dalam satu pertandingan, yang mengakibatkan sang pemain absen di leg kedua. Jika hasil investigasi menunjukkan bahwa ia bersalah, sanksi yang lebih berat bisa menanti.
Tindakan awal Mourinho sempat menuai kritik karena ia terkesan meremehkan situasi dengan menyebut bahwa selebrasi gol Vinicius bisa memicu reaksi dari penonton, tanpa secara eksplisit mengutuk tindakan Prestianni. Namun, Mourinho kemudian mengklarifikasi pernyataannya dan menjelaskan posisinya dengan lebih jelas.
“Saya sepenuhnya menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, kebodohan, dan ketidaktahuan,” kata Mourinho kepada wartawan pada hari Minggu (waktu setempat).
Pelatih berusia 63 tahun ini menekankan bahwa jika salah satu pemainnya terbukti melanggar nilai-nilai tersebut, maka karirnya di Benfica dan di bawah kepemimpinannya akan berakhir. “Jika dia bersalah, semuanya akan berakhir di sini,” tegasnya, sambil tetap menghormati asas praduga tak bersalah.
Insiden ini terjadi setelah Vinicius mencetak gol penentu dalam pertandingan yang berlangsung di Estádio da Luz, di mana Benfica kalah 0-1 dari Real Madrid. Namun, momen tersebut diliputi kontroversi rasisme setelah Vinicius menuduh Prestianni melakukan ujaran yang tidak pantas.
Pada saat yang dipermasalahkan, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan kaus saat menghadap ke arah Vinicius. Kini, publik sepak bola Eropa tengah menanti hasil penyelidikan UEFA yang akan menentukan masa depan sang pemain muda Benfica.

