Presiden Joko Widodo mengingatkan para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tidak berpuas diri setelah berhasil menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan sampai tingkat DPRt di Kota Bandung.
Jokowi menekankan bahwa pembentukan struktur partai yang sudah rampung harus ditunjukkan melalui tindakan nyata di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat beliau menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026.
Beliau memberikan apresiasi kepada PSI Kota Bandung yang telah menyelesaikan struktur kepengurusan secara keseluruhan. Jokowi menyebut bahwa penyelesaian struktur ini menjadi salah satu alasan kehadirannya bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dalam acara tersebut.
“Kota Bandung, DPC sudah 100 persen selesai. DPRt juga 100 persen selesai. Itulah mengapa saya dan Ketum (Kaesang Pangarep) hadir di sini, karena Bandung telah mencapai 100 persen,” ungkapnya dalam Rakorda DPD Kota Bandung.
Namun, Jokowi menegaskan bahwa penyelesaian struktur organisasi bukanlah akhir dari segalanya. Ia meminta seluruh jajaran partai untuk memastikan bahwa struktur yang telah dibentuk dapat berfungsi dengan baik.
“Kalau struktur sudah selesai, lalu apa yang harus dilakukan? Yang terpenting adalah struktur itu harus aktif dan bekerja,” tegas Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi menjelaskan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh kader PSI agar struktur partai tidak hanya berfungsi secara administratif semata.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah membangun jaringan dengan berbagai komunitas di sekitar. Ia memberikan contoh Kota Bandung yang kaya akan komunitas, mulai dari olahraga hingga kebudayaan.
“Seperti apa konkretitasnya? Kalian harus mampu membangun jaringan. Bandung memiliki banyak komunitas, seperti olahraga, budaya, buruh, dan lainnya,” ujarnya.
Selain berinteraksi dengan komunitas, Jokowi juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat.
“Harus bisa menjalin jaringan dengan berbagai komunitas di Bandung,” kata Jokowi.
“Dan yang kedua, penting untuk menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh di sini, baik itu tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan. Kita perlu memiliki hubungan yang harmonis dengan mereka,” tambahnya.
Selain membangun jaringan, Jokowi juga mendorong kader PSI untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat. Ia mencontohkan kerja bakti dan gotong royong sebagai contoh kegiatan yang dapat menjadi wadah bagi kader untuk hadir dan berinteraksi dengan warga.

