Israel dan AS Lakukan Serangan ke Iran, Prabowo Siap Fasilitasi Dialog dan Mediasi

Jakarta – Indonesia mengajak semua pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog, dan memprioritaskan diplomasi. Negara ini juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam upaya meredakan ketegangan yang sedang melanda Timur Tengah.
Pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Penyelesaian perbedaan antar negara seharusnya dilakukan dengan cara damai, demikian disampaikan melalui akun resmi media sosial mereka yang dipantau di Jakarta pada hari Sabtu.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk membantu menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di kawasan dengan memfasilitasi dialog yang konstruktif. Melalui langkah ini, diharapkan ketegangan yang ada dapat berkurang dan stabilitas kawasan bisa terjaga.
Menurut pernyataan dari Kemlu RI, jika kedua belah pihak setuju, Presiden Indonesia bersedia untuk terbang ke Tehran untuk melakukan mediasi. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung penyelesaian damai di kawasan yang penuh tantangan ini.
Kemlu RI juga mengungkapkan keprihatinan bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dan keamanan dunia. Oleh karena itu, upaya diplomasi harus terus menjadi prioritas dalam penyelesaian konflik.
Selain itu, Kemlu RI mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada. Mereka juga disarankan untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat dan menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia yang terdekat.
Pada tanggal 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Ini merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump, setelah serangan pertama yang terjadi pada bulan Juni 2025.
Trump menjelaskan bahwa pasukan Amerika melaksanakan operasi militer besar di Iran dengan tujuan melindungi warganya. Ia mengklaim bahwa serangan ini ditujukan untuk menghilangkan ancaman yang dianggapnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi oleh Oman. Dua putaran pertama berlangsung pada awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang fokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga perundingan berlangsung pada 26 Februari di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Upaya ini menunjukkan bahwa meskipun situasi semakin tegang, dialog tetap dianggap sebagai jalan untuk mencari solusi.




