Iran diduga tengah mempersiapkan penebaran ranjau laut di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan internasional. Informasi ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada CBS News.
Menurut sumber-sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Iran dilaporkan menggunakan kapal kecil yang dapat membawa dua hingga tiga ranjau laut untuk disebarkan di selat tersebut. Meskipun jumlah pasti ranjau laut yang dimiliki Iran tidak dipublikasikan, berbagai estimasi selama bertahun-tahun menunjukkan angka antara 2.000 hingga 6.000 unit. Sebagian besar ranjau ini diproduksi oleh Iran sendiri, meskipun ada juga yang berasal dari China dan Rusia.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, melalui akun media sosialnya Truth Social, mengingatkan Iran untuk segera menyingkirkan ranjau laut yang mungkin telah mereka sebar di Selat Hormuz.
Trump menegaskan, “Jika Iran memang telah menebar ranjau di Selat Hormuz—meskipun kami belum menerima laporan yang konfirmasi mengenai hal tersebut—kami ingin ranjau itu segera dihapus, SEGERA!”
Trump juga memberikan peringatan tegas bahwa akan ada balasan yang lebih keras terhadap Iran jika mereka benar-benar melakukan penebaran ranjau laut di selat tersebut.
“Jika, untuk alasan tertentu, ranjau tersebut benar-benar dipasang dan tidak segera dihapus, konsekuensi militer bagi Iran akan menjadi hal yang belum pernah terlihat sebelumnya. Namun, jika mereka mencabut ranjau yang mungkin telah dipasang, itu akan menjadi langkah positif,” tambahnya.
Tiga belas menit setelah itu, Trump mengklaim melalui media sosial bahwa ia telah melancarkan serangan yang berhasil menghancurkan 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif. Ia menegaskan bahwa operasi ini akan terus berlanjut.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa dalam beberapa jam terakhir, kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan 10 kapal yang berfungsi sebagai penebar ranjau, dan operasi ini akan terus berjalan,” tulis Trump.
Sementara itu, laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran memang telah mulai melakukan penebaran ranjau di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump juga sudah memberikan peringatan kepada Iran mengenai konsekuensi serius jika mereka berusaha menghentikan arus pelayaran komersial di selat yang strategis ini.

