Site icon Kodokoala Media

Integrasi Jalan Tol Penting untuk Meningkatkan Efisiensi Rantai Logistik Nasional

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal dengan Pelindo, menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung inisiatif integrasi jalan tol yang diusulkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah integrasi ini dianggap sebagai strategi penting demi meningkatkan konektivitas dan efisiensi sistem jalan tol, memperlancar distribusi barang, serta menekan biaya logistik yang ada di Tanah Air.

Inisiatif untuk memperbaiki konektivitas ini sejalan dengan arahan untuk memperkuat portofolio aset strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Danantara Asset Management (DAM). Tujuan dari penguatan ini adalah menciptakan sinergi dalam infrastruktur nasional yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Integrasi Jalan Tol. Acara ini berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga serta Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum.

Konsultasi publik ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Danantara Asset Management (DAM), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), serta pihak lainnya yang relevan. Semua pihak tersebut menyatakan dukungan mereka terhadap rencana integrasi yang dibahas dan berharap implementasinya dapat segera terealisasi untuk memberikan manfaat kepada pengguna jalan tol sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik.

“Pelindo optimis terhadap upaya pemerintah dalam merumuskan pedoman integrasi jalan tol ini sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional. Kami berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan secara efektif agar memberikan dampak positif bagi dunia usaha dan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Farid dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Integrasi jalan tol dianggap sebagai solusi nyata untuk mengatasi tantangan dalam konektivitas di daratan, di mana kendaraan logistik saat ini masih harus melewati beberapa ruas tol berbayar secara terpisah dengan proses transaksi yang berulang (double handling). Hal ini tentunya menyebabkan inefisiensi dalam waktu dan biaya logistik yang dikeluarkan.

Pelindo juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana integrasi yang mencakup Jalan Tol Cibitung – Cilincing (JTCC), Jalan Tol Jakarta – Cikampek atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (Japek/MBZ), serta Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP). Rencana ini bertujuan untuk memperlancar arus logistik yang menuju area Pelabuhan Tanjung Priok, pusat distribusi utama di Indonesia.

Exit mobile version