Site icon Kodokoala Media

Indodax Tingkatkan Akses Investor Terhadap Aset Global Berbasis Blockchain

Indodax, sebagai platform pasar aset kripto terkemuka, baru saja meluncurkan tujuh aset tokenized stocks untuk memberikan kemudahan bagi investor. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses investor di Indonesia terhadap saham global yang didukung oleh teknologi blockchain.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari inovasi yang ditawarkan untuk memberikan alternatif investasi kepada para anggotanya. Seiring dengan semakin tumbuhnya integrasi antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital, akses bagi investor ritel semakin terbuka.

Kehadiran tokenized stocks ini, menurutnya, mencerminkan perkembangan global yang berfokus pada penyederhanaan akses antara pasar finansial konvensional dan teknologi blockchain yang inovatif.

Indodax akan memperkenalkan tujuh aset yang merepresentasikan saham dari perusahaan-perusahaan besar dunia, seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), NVIDIA (NVDAX), Circle (CRCLX), Apple (AAPLX), Amazon (AMZNX), dan Coinbase (COINX), yang semuanya beroperasi di jaringan Solana.

“Melalui tokenized stocks, kami melihat adanya perubahan signifikan dalam cara investor mengakses aset global. Ini bukan sekadar kemudahan akses, tetapi juga tentang bagaimana teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses investasi yang sebelumnya rumit,” ungkap Antony dalam keterangannya.

Dia menekankan pentingnya pemahaman tentang mekanisme dan risiko yang terkait agar investor dapat mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana.

Antony menjelaskan bahwa tokenized stocks adalah aset digital yang nilainya dikaitkan (pegged) dengan rasio 1:1 terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal tradisional.

Dengan skema ini, investor memiliki kesempatan untuk membeli saham global dalam bentuk token yang dapat diperdagangkan di jaringan blockchain, tanpa perlu melalui proses pembukaan akun broker internasional yang rumit.

Dibandingkan dengan perdagangan saham tradisional, tokenized stocks menawarkan kepemilikan dalam jumlah fraksional, memungkinkan investor untuk mengakses aset dalam unit yang lebih kecil. Selain itu, perdagangan dapat berlangsung 24 jam sehari, berbeda dengan bursa saham konvensional yang dibatasi oleh jam operasional tertentu.

“Aset ini memberikan kemudahan yang signifikan dalam mengakses pasar global, karena investor tidak perlu melalui proses pembukaan akun broker internasional yang biasanya lebih kompleks,” tambahnya.

Dari segi efisiensi transaksi, Antony menyatakan bahwa sistem berbasis blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time dan dapat ditarik kapan saja tanpa hambatan. Namun, dia juga mengingatkan bahwa perbedaan karakteristik antara pasar kripto yang beroperasi 24/7 dan bursa saham konvensional yang terbatas waktu operasionalnya bisa menyebabkan fluktuasi harga pada waktu tertentu, sehingga pemahaman yang baik sangatlah penting.

Exit mobile version