Site icon Kodokoala Media

Ilmuwan Indonesia Menduduki Posisi Teratas dalam Daftar SciRank Global

Jakarta – Profesi ilmuwan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menciptakan pengetahuan baru melalui penelitian dan pengujian berbagai teori. Hasil dari penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada perkembangan teknologi dan obat-obatan, tetapi juga membantu memahami berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

Kontribusi ilmuwan biasanya dapat diukur melalui publikasi karya penelitian mereka. Namun, jumlah publikasi bukanlah satu-satunya indikator, karena seberapa sering karya tersebut dirujuk oleh peneliti lain juga menjadi bagian penting dari rekam jejak akademik.

Salah satu sistem yang mengukur dan memetakan rekam jejak ilmuwan adalah SciRank Global Scientific Index. Indeks ini melakukan analisis terhadap jutaan profil peneliti serta karya ilmiah dari berbagai negara, untuk menyusun daftar berdasarkan data publikasi dan dampak sitasi yang dihasilkan.

Pada edisi 2025, SciRank Global berhasil mengkurasi lebih dari 8 juta ilmuwan aktif dari lebih dari 150 negara. Sekitar 500 ribu peneliti berhasil masuk dalam kategori Top 5 persen, berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan oleh sistem ini.

Penilaian dalam pemeringkatan ini menggunakan Normalized Composite Score (NCS), yang merupakan gabungan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi ilmiah. Sistem ini tidak mempertimbangkan reputasi institusi atau penilaian subjektif sebagai dasar utama dalam proses peringkat.

Agar dapat masuk dalam pemeringkatan, seorang peneliti harus memiliki setidaknya 10 karya ilmiah yang telah terverifikasi. Proses verifikasi juga diterapkan pada profil peneliti sebelum data tersebut digunakan dalam penyusunan indeks.

Pemeringkatan semacam ini memberikan gambaran mengenai posisi ilmuwan berdasarkan data yang tersedia pada periode tertentu. Hasil ini pun dapat berubah seiring dengan bertambahnya publikasi, sitasi, atau adanya pembaruan pada data profil ilmiah.

Dalam daftar SciRank Global Scientific Index 2025, terdapat nama ilmuwan asal Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Prof. Raymond R. Tjandrawinata, yang merupakan dosen di Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Raymond menempati peringkat global #792.375 dengan status Top 5 persen (Verified). Ia memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam bidang biomedis, farmakologi molekuler, dan inovasi farmasi selama hampir tiga dekade.

Hingga saat ini, ia telah menghasilkan lebih dari 400 publikasi ilmiah internasional, yang telah mendapatkan lebih dari 5.300 sitasi dari peneliti di seluruh dunia. Selain aktif dalam penelitian, Raymond juga berperan dalam mengajar dan membimbing mahasiswa di bidang bioteknologi.

Exit mobile version