IHSG dibuka dengan penurunan sebanyak 13 poin atau 0,17 persen, berada di level 8.221 pada awal perdagangan hari Jumat, 27 Februari 2026. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan bagi indeks untuk mempertahankan momentum positifnya di tengah ketidakpastian pasar.
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG akan berusaha untuk menguji level support, meskipun terdapat potensi koreksi dalam perdagangan hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cermat dalam mengamati pergerakan indeks.
“IHSG akan mencoba menguji level support di 8.200, dan jika bertahan di sana, ada peluang untuk rebound teknikal dalam jangka pendek. Namun, jika indeks menembus di bawah 8.200, maka kemungkinan akan mengalami koreksi lebih jauh hingga ke level 8.050,” jelas Fanny dalam laporan risetnya pada Jumat, 27 Februari 2026.
Di sisi lain, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan sebagian besar indeks mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis kemarin. Peningkatan ini muncul setelah laporan keuangan dari Nvidia yang melebihi ekspektasi pasar, yang membantu meredakan kekhawatiran mengenai kelangsungan belanja besar di sektor kecerdasan buatan (AI).
Nvidia, sebagai salah satu perusahaan chip terkemuka, memproyeksikan pendapatan kuartal pertama di atas perkiraan, didorong oleh investasi besar dari perusahaan-perusahaan teknologi besar dalam perkembangan prosesor AI. Hal ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi saat ini.
Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan sebesar 0,29 persen, sedangkan Topix mengalami penguatan hingga 0,97 persen. Sementara itu, KOSPI di Korea Selatan dan ASX 200 di Australia masing-masing meningkat sebesar 0,52 persen. Namun, Hang Seng di Hong Kong tercatat turun 1,4 persen, diikuti oleh CSI 300 di China yang melemah 0,2 persen, dan Taiex di Taiwan yang stagnan.
Fanny juga menambahkan, “Level support IHSG berada di kisaran 8.126 hingga 8.200, sementara resistensi berada di antara 8.280 hingga 8.320.” Ini merupakan level kunci yang perlu diperhatikan oleh para investor dalam membuat keputusan trading.
Sebagai catatan penting, indeks-indeks saham di Wall Street sebagian besar ditutup dengan penurunan pada perdagangan Kamis lalu. Meskipun laporan keuangan Nvidia dan Salesforce menunjukkan hasil yang baik, hal ini tidak cukup untuk mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,54 persen, diikuti oleh Nasdaq Composite yang melemah hingga 1,18 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mencatatkan sedikit kenaikan sebesar 0,03 persen. Penurunan utama terjadi setelah saham Nvidia mengalami penurunan lebih dari 5 persen, meskipun perusahaan tersebut berhasil mencatatkan laba dan pendapatan kuartal IV-2025 yang lebih baik dari yang diharapkan.
IHSG kini menghadapi tantangan berat untuk bangkit kembali, mengingat fluktuasi yang terjadi di pasar global dan sentimen investor yang cenderung berhati-hati. Dengan kondisi ini, penting bagi investor untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.

