Keluar rumah untuk menjalani berbagai aktivitas, seperti bekerja, berbelanja, atau kegiatan sehari-hari lainnya, sebaiknya diawali dengan mengucapkan doa. Selain untuk memohon keselamatan selama perjalanan, umat Muslim juga dianjurkan untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, sambil tetap berusaha maksimal.
Pendakwah terkemuka, Buya Yahya, menjelaskan pentingnya membaca doa sebelum meninggalkan rumah. Doa ini mengandung permohonan untuk mendapatkan pertolongan dan tawakal kepada Allah. Menurutnya, bacaan tersebut mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dan sangat memerlukan perlindungan dari Sang Pencipta.
Doa pelindung ini juga mengingatkan kita bahwa tawakal tidak berarti mengabaikan usaha. Memohon perlindungan kepada Allah harus disertai dengan sikap hati-hati dan tanggung jawab saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyebutkan bacaan doa yang dianjurkan sebelum keluar rumah. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
“Bismillahi, tawakkaltu ‘alallah, wa la haula wa la quwwata illa billah.”
Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Buya Yahya menekankan bahwa kalimat tawakal dalam doa ini memiliki makna yang sangat mendalam. Sebagai manusia, kita tidak mengetahui secara pasti apa yang akan kita temui dalam perjalanan kita. Oleh karena itu, memohon pertolongan Allah menjadi bagian integral dari ikhtiar spiritual kita sebelum melangkah keluar.
“Jadi, menyerahkan kepada Allah itu penting, meskipun kita tetap perlu berusaha untuk mendapatkan keselamatan,” ungkap Buya Yahya dalam sebuah sesi di YouTube Al Bahjah TV pada Senin, 12 Oktober 2026.
Buya Yahya juga menyoroti adanya kesalahpahaman mengenai tawakal yang sering dianggap sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Padahal, berserah diri kepada Allah tidak berarti kita boleh bertindak sembarangan atau mengabaikan risiko yang ada.
Ia memberikan contoh pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara atau menyeberang jalan. Misalnya, pengendara sepeda motor tetap harus mengenakan helm, dan pejalan kaki perlu memperhatikan keadaan sekitar sebelum menyeberang.
“Memang, doa ini menyatakan tawakkaltu, aku menyerah kepada Allah, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi di jalan. Namun, kita tetap harus berusaha, seperti menggunakan helm saat naik motor, memakai sabuk pengaman saat berkendara, serta menyeberang jalan dengan hati-hati,” jelasnya.

