Podcast Denny Sumargo tidak hanya sekedar platform untuk bersenang-senang atau meraih keuntungan. Di balik kesuksesannya, Denny mengungkapkan bahwa banyak topik yang ia bahas dalam podcastnya lebih berfokus pada isu sosial yang sensitif, yang sering kali tidak mendatangkan pendapatan secara langsung.
Pernyataan ini disampaikan Denny Sumargo saat berdiskusi dengan Atta Halilintar. Ia menjelaskan bahwa banyak episode podcast yang membahas isu-isu sosial dan kasus hukum justru tidak menghasilkan pemasukan yang signifikan.
Denny menjelaskan bahwa motivasinya untuk mengangkat isu-isu sensitif ini lebih karena keinginan tulusnya untuk membantu individu yang tengah menghadapi masalah, terutama mereka yang berjuang untuk mendapatkan keadilan.
Ia menyebutkan bahwa ada banyak episode dalam podcastnya yang tidak memberikan pendapatan layaknya konten lainnya. Salah satu penyebabnya adalah karena topik yang diangkat dianggap terlalu sensitif untuk dijadikan komoditas.
“Banyak dari podcast saya yang memang tidak menguntungkan. Mengapa demikian? Karena isunya sangat sensitif, seperti kasus pemerkosaan, yang sama sekali tidak bisa menghasilkan cuan,” ungkap Denny dalam percakapan dengan Atta Halilintar yang dikutip pada 29 Agustus 2026.
Denny menyadari bahwa banyak konten yang ia hasilkan akhir-akhir ini berfokus pada persoalan sosial. Meskipun demikian, ia merasa bingung mengenai alasan di balik kecenderungannya untuk memilih topik-topik tersebut lebih sering.
“Namun, saya mulai merasa bingung mengapa podcast saya cenderung mengangkat isu-isu sensitif dan sosial,” ujarnya.
Denny kemudian menyadari bahwa ada motivasi lain di balik pilihannya tersebut. Dia merasa bahwa instingnya mendorongnya untuk memanfaatkan platform yang dimilikinya sebagai alat untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Ia menekankan bahwa beberapa masalah yang dibahas dalam podcastnya berkaitan dengan korban yang belum mendapatkan keadilan. Contohnya, kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur dan berbagai jenis kejahatan lainnya.
“Karena sebenarnya, insting saya lebih kepada membantu,” jelas Denny.
Selanjutnya, Denny menyebutkan beberapa kasus yang pernah ia bahas dalam podcastnya. Salah satunya adalah kasus yang melibatkan BNI, yang ia sebutkan melibatkan kerugian sebesar Rp28 miliar.

