Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi isu yang signifikan di Indonesia. Dari bulan Januari hingga September 2026, sebanyak 63.789 pekerja melaporkan terkena PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut data yang terkumpul, Jawa Barat muncul sebagai provinsi dengan jumlah pekerja yang paling banyak terdampak PHK. Totalnya mencapai 13.044 orang, yang setara dengan sekitar 20,45 persen dari seluruh laporan nasional.
Di posisi kedua, Banten mencatat 7.733 orang yang terdampak, sementara Jawa Timur mengikuti dengan 6.154 laporan. Data dari portal Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 12 Oktober 2026 menunjukkan bahwa lima provinsi dengan jumlah laporan PHK tertinggi semuanya berada di Pulau Jawa.
Selain Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur, provinsi lainnya yang masuk dalam daftar ini adalah Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
Penting untuk dicatat bahwa angka-angka ini berasal dari pekerja yang melaporkan PHK melalui sistem JKP, sehingga tidak mencakup seluruh kasus PHK yang mungkin terjadi di masing-masing provinsi.
Berikut adalah lima provinsi dengan jumlah laporan PHK tertinggi selama periode Januari hingga September 2026 menurut data Kementerian Ketenagakerjaan.
1. Jawa Barat, 13.044 orang
Jawa Barat menduduki peringkat pertama dengan 13.044 laporan pekerja yang terkena PHK. Angka ini berkontribusi sekitar 20,45 persen dari total 63.789 laporan PHK nasional dalam sembilan bulan pertama tahun 2026.
2. Banten, 7.733 orang
Banten menempati posisi kedua dengan 7.733 pekerja yang melaporkan terkena PHK. Terdapat selisih 5.311 orang dari Jawa Barat yang berada di peringkat teratas.
3. Jawa Timur, 6.154 orang
Di urutan ketiga, Jawa Timur mencatat 6.154 laporan PHK. Provinsi ini menunjukkan angka yang signifikan dalam hal jumlah pekerja yang terdampak menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan.
4. Jawa Tengah, 5.585 orang
Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan 5.585 laporan pekerja yang mengalami PHK selama Januari hingga September 2026. Jumlah ini lebih sedikit 569 orang dibandingkan dengan Jawa Timur.
5. DKI Jakarta, 4.587 orang
DKI Jakarta melengkapi daftar lima provinsi terbanyak dengan 4.587 laporan PHK. Sebagai ibu kota, Jakarta menempati posisi kelima dalam data yang dipublikasikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Jika digabungkan, lima provinsi tersebut menyumbang total 37.103 laporan PHK, yang merupakan sekitar 58,16 persen dari keseluruhan laporan nasional selama periode Januari hingga September 2026.

