Site icon Kodokoala Media

Cinema XXI Terus Bertahan di Tengah Perubahan Industri Film di Indonesia

Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal dengan nama Cinema XXI, berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun sepanjang tahun lalu. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,6 persen dibandingkan dengan pendapatan Rp5,7 triliun yang diraih pada tahun 2024.

Laba bersih setelah pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp776,2 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp1,8 triliun. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika industri film, Cinema XXI tetap menjaga kinerja bisnisnya dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman menonton yang terbaik bagi penikmat film di seluruh Indonesia.

“Kepercayaan dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan adalah kunci utama yang mendukung kinerja perusahaan kami,” ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman.

Suryo juga menjelaskan bahwa pencapaian kinerja positif di tahun lalu didorong oleh pendapatan dari penjualan tiket yang mencapai Rp3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp2 triliun, serta pendapatan lainnya yang mencapai Rp298 miliar, yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.

Sepanjang tahun 2025, Cinema XXI mencatat lebih dari 85 juta penonton, dengan pertumbuhan Rata-rata Harga Tiket (ATP) sebesar 3 persen, yaitu menjadi Rp46.057. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya okupansi di studio-studio premium seperti The Premiere dan IMAX.

Cinema XXI terus berupaya memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan pengalaman pelanggan. Dengan pendekatan ini, mereka berusaha untuk menghadirkan layanan yang lebih menarik bagi para penonton.

Selama tahun 2025, tim internal berhasil memperkenalkan lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café, sambil tetap mempertimbangkan tren dan preferensi pasar yang ada. Langkah ini menunjukkan komitmen Cinema XXI untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen.

Selain itu, strategi bundling tiket dan F&B yang diimplementasikan melalui aplikasi m.tix juga bertujuan untuk mengoptimalkan penjualan, dengan harapan dapat meningkatkan nilai transaksi per pelanggan yang datang ke bioskop.

Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan minuman per penonton (spend per head) juga mengalami peningkatan sebesar 5,9 persen, mencapai Rp25.814. Hal ini mencerminkan daya tarik yang semakin besar terhadap produk yang ditawarkan serta kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Cinema XXI tidak berhenti di situ, mereka juga melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar pada tahun lalu. Ekspansi ini termasuk kehadiran perdana Cinema XXI di beberapa wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro di Lampung.

Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah beroperasi dengan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia. Suryo menambahkan bahwa perusahaan optimis melihat prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, yang akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kualitas dan keragaman konten yang ditawarkan.

Exit mobile version