Bongkar Sifat Red Flag Rully Anggi Akbar yang Menjadi Alasan Perceraian Boiyen

Kehidupan pribadi Boiyen kini kembali menjadi perhatian publik setelah ia bercerai dari Rully Anggi Akbar pada Januari 2026. Dalam momen ini, Boiyen akhirnya memutuskan untuk berbagi tentang beberapa faktor yang menjadi penyebab keretakan dalam rumah tangganya. Salah satu faktor tersebut adalah sifat-sifat buruk atau red flag dari mantan suaminya yang ternyata sulit untuk diubah.
Perempuan yang dikenal dengan nama asli Yeni Rahmawati ini resmi mengakhiri pernikahannya dengan Rully Anggi Akbar pada Januari 2026, hanya dua bulan pasca pernikahan mereka yang dilangsungkan pada 15 November 2025. Keputusan tersebut menarik perhatian banyak orang dan menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik cepatnya Boiyen mengambil langkah untuk mengakhiri hubungan tersebut.
Pernikahan yang berlangsung singkat ini langsung menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan Boiyen yang dinilai terburu-buru dalam mengakhiri ikatan suami istri.
Setelah melewati momen tersebut, Boiyen pun berbicara tentang pengalaman pribadinya selama masa pernikahan dengan Rully Anggi Akbar. Ia merasa perlu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Kini, Boiyen mengaku telah merasakan ketenangan yang sebelumnya tidak bisa ia dapatkan. Ia bahkan menyatakan bahwa dirinya telah menemukan kembali jati diri yang mulai hilang sejak menjalin hubungan pernikahan.
“Rasanya lebih tenang, tidak tegang. Seolah saya kembali menjadi Boiyen yang dulu,” ungkap Boiyen dalam sebuah video di YouTube C8 Podcast pada Senin, 13 April 2026.
Dalam pengakuannya, Boiyen menjelaskan bahwa tanda-tanda masalah sebenarnya sudah terlihat sejak masa pacaran. Ia sempat percaya bahwa pasangannya dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik setelah menikah. Namun, harapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ia hadapi.
“Saya berpikir, ‘oh, mungkin dia bisa berubah,’ padahal sudah ada masalah sebelumnya. Namun setelah menikah, masalah kembali muncul, dan saya menyadari bahwa dia tidak bisa berubah. Saya pun merasa sangat lelah,” jelas Boiyen.
Menurut Boiyen, salah satu isu utama dalam rumah tangga mereka adalah komunikasi yang buruk. Ia merasakan kurangnya usaha dari Rully untuk memperbaiki hubungan mereka, yang justru membuat situasi semakin sulit.
Kondisi inilah yang akhirnya mendorong Boiyen untuk mengambil keputusan berpisah, demi menjaga kesehatan mental dan ketenangan batinnya.
Lebih jauh, Boiyen membahas tentang sifat dan karakter seseorang yang, menurutnya, tidak bisa dipaksakan untuk berubah oleh orang lain. Ia menyadari bahwa sejatinya, perubahan harus datang dari kesadaran diri masing-masing individu.




