Pengamat sepak bola Tommy Welly, lebih dikenal dengan sebutan Bung Towel, memberikan perhatian khusus pada kelemahan yang ada di sektor pertahanan Persib Bandung menjelang pertandingan perdana mereka di Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada tanggal 16 September 2026.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di saluran YouTube, Bung Towel mengungkapkan bahwa posisi bek kiri dan bek kanan Maung Bandung menjadi masalah utama yang sangat perlu diwaspadai sebelum tim berlaga di pentas Asia.
“Masalah yang dihadapi Persib ada pada bek kiri dan bek kanan. Ini sangat krusial. Jika lini belakangnya kuat, mungkin bisa lebih baik, tetapi saat ini kondisi pertahanan terlihat keropos, baik di sisi kiri maupun kanan,” ungkap Bung Towel, yang dikutip pada tanggal 16 September 2026.
Selain dari sektor pertahanan yang dianggap rentan, Bung Towel juga mengidentifikasi sejumlah masalah teknis dalam permainan Persib berdasarkan evaluasi dari pertandingan terakhir. Ia mencatat bahwa tim tidak memiliki pemain yang beroperasi di posisi nomor 10, sering kalah dalam perebutan bola kedua, serta terdapat jarak yang terlalu jauh antara lini tengah dan lini depan.
Berdasarkan berbagai kelemahan yang ada, Bung Towel mengingatkan para pendukung setia Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh, untuk lebih realistis dan tidak berharap terlalu tinggi bahwa tim akan melaju jauh dari fase grup ACL Two atau meraih kemenangan dengan mudah melawan FC Seoul.
Menurut Bung Towel, target yang lebih realistis bagi Persib saat berhadapan dengan tim sekelas FC Seoul atau Melbourne Victory adalah untuk berkompetisi secara bertahap sambil meminimalkan jumlah kebobolan.
“Harapan untuk menang memang tinggi, namun hasil imbang juga bisa dianggap positif. Menurut saya, ini adalah proses peningkatan yang harus dijalani secara bertahap. Minimal, jangan sampai kalah dengan skor telak melawan tim seperti Seoul atau Melbourne. Ketika menghadapi tim dari Vietnam, harus berani menargetkan kemenangan. Namun, saat bertemu Seoul atau Melbourne, penting untuk tidak kebobolan banyak,” tegasnya.

