Site icon Kodokoala Media

Bangkai KM Virgo Transport Ditemukan di Kedalaman 30 Meter, Basarnas Pertimbangkan Tindakan Selanjutnya

Bangkai KM Virgo Transport 8 yang hilang di perairan Laut Jawa ditemukan berada pada kedalaman sekitar 30 meter. Penemuan ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Basarnas dalam merumuskan langkah-langkah selanjutnya setelah insiden tragis yang terjadi pada hari Minggu, 13 September 2026.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa posisi kapal yang tidak terlalu dalam memberikan peluang untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah menarik bangkai kapal ke lokasi perairan yang lebih dangkal untuk memudahkan akses.

Namun, rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi. Di sisi lain, pihak TNI Angkatan Laut memberikan saran agar bangkai kapal tetap di dasar laut jika kondisinya stabil dan tidak ada pergerakan yang signifikan.

Mohammad Syafii menekankan pentingnya mempertimbangkan posisi bangkai kapal dalam situasi kecelakaan seperti ini. Terlebih lagi, kapal tersebut terletak di dasar laut dengan kedalaman sekitar 30 meter, yang mempengaruhi strategi penanganan.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, rekan-rekan di TNI Angkatan Laut menyarankan bahwa jika kapal itu bisa diam, lebih baik tetap di dasar laut,” terang Syafii dalam konferensi pers mengenai perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan pada hari kedua setelah kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin malam, 14 September 2026.

Meskipun demikian, Basarnas tetap membuka kemungkinan untuk menarik kapal tersebut sebagai bagian dari strategi penanganan selanjutnya.

Saat ini, fokus utama tim SAR adalah mencari korban yang mungkin masih berada di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian ini menjadi prioritas utama demi keselamatan nyawa.

“Kami sangat berharap agar korban-korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Syafii.

Pada hari kedua operasi pencarian, Basarnas membagi area pencarian menjadi enam sektor. Pembagian wilayah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Namun, sektor-sektor ini tidak bersifat permanen. Basarnas akan terus mengevaluasi hasil pencarian dan pemetaan untuk menentukan area mana yang perlu menjadi prioritas dalam operasional berikutnya.

“Besok kemungkinan kami akan menggeser area pencarian, dan data dari SAR Map yang dihasilkan oleh Basarnas Command Center akan dikirimkan,” kata Syafii.

Exit mobile version