Site icon Kodokoala Media

APTRI Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tebu Melalui Aspirasi ke DPR RI

Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun A. Syamsurijal, M.A.P. baru-baru ini mengadakan audiensi dengan Pengurus Pusat Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) di Ruang Kerja Wakil Ketua DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, pada Selasa (22/9).

Pertemuan ini menjadi momen krusial dalam memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan petani tebu di Indonesia, yang juga mencakup aspek keberlanjutan usaha pertanian mereka.

Dalam audiensi tersebut, Kang Cucun didampingi oleh beberapa anggota dari Komisi IV dan VI DPR RI, termasuk Nasim Khan, Rina Saadah, dan Jelani yang memiliki kedudukan strategis di sektor terkait.

Ada empat poin utama yang disampaikan oleh para petani tebu, yang menjadi fokus perhatian DPR RI, yaitu:

Kejelasan Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Para petani mendesak agar pemerintah segera merilis regulasi HPP yang selama ini terkesan mandek dan tidak ada kejelasan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal ini sangat penting demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Evaluasi Harga Eceran Tertinggi (HET): Mereka mempertanyakan kebijakan mengenai HET untuk komoditas gula. Petani berharap agar regulasi harga dapat lebih menguntungkan, terutama saat harga gula di pasar meningkat, sehingga harga beli tebu di tingkat petani juga dapat meningkat.

Kuota Subsidi Pupuk: Para petani menuntut agar kuota pupuk bersubsidi dapat dijamin tepat sasaran dan tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Stabilitas Pasar: Mereka meminta agar regulasi yang ketat diterapkan untuk mencegah terjadinya banjir produksi atau pasokan saat musim panen, yang sering kali menyebabkan harga tebu anjlok di tingkat petani lokal.

“Aspirasi ini sangat signifikan dan kami sepenuhnya menerima masukan tersebut. Melalui fungsi pengawasan DPR RI, kami akan segera menindaklanjuti hal-hal ini. Besok dijadwalkan ada rapat kerja di Komisi IV dan VI yang juga akan membahas Panja pengawasan impor gula. Sebagai pimpinan, saya akan memastikan koordinasi lintas sektor antara Kemenko dan Kementerian Pertanian agar aspirasi para petani dapat segera terwujud,” ungkap Kang Cucun.

Di sisi lain, Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi petani tebu semakin berat, terutama disebabkan oleh faktor iklim. Tingginya tingkat kekeringan berkontribusi pada penurunan produktivitas serta volume produksi tebu nasional. Hal ini semakin diperburuk oleh meningkatnya biaya operasional, termasuk kebutuhan untuk penyediaan air bagi lahan tebu.

Exit mobile version