Site icon Kodokoala Media

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menjangkau Banten, Warga Alami Gangguan Mata Perih

Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi sejak Jumat malam, 4 September 2026, kini telah mencapai Kabupaten Serang, Banten pada malam hari Sabtu. Kondisi ini mulai menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, salah satunya dialami oleh Sanan, seorang penduduk Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.

Sanan mengungkapkan bahwa dampak dari abu vulkanik mulai terasa semakin intens di lingkungan tempat tinggalnya sejak pukul 17.00 WIB pada hari Sabtu.

“Sejak jam lima sore, debu mulai banyak bertebaran. Ketika saya berkendara dengan motor, mata saya terasa perih jika tidak menggunakan helm. Debu juga menempel di tubuh, membuat saya merasa tidak nyaman. Bahkan di depan rumah saya, lantai sudah dipenuhi debu,” tuturnya.

Ia juga melanjutkan bahwa suara gemuruh dan getaran yang terus menerus terdengar sejak Jumat malam memicunya untuk mengunjungi Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran, guna memastikan kondisi keamanan gunung tersebut.

Perasaan khawatir yang sama juga dirasakan oleh Ajat Sudrajat, Kepala SDN Pasir Menteng di Kecamatan Cinangka.

Ajat sengaja pergi ke Pos PGA Anak Krakatau pada malam yang sama untuk mendapatkan informasi langsung tentang status dan kondisi gunung, sehingga ia bisa memberikan informasi yang akurat kepada siswa dan orang tua murid di sekolah.

Ia mengonfirmasi bahwa sebaran debu vulkanik tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Selama perjalanan, jika tidak menggunakan masker, tenggorokan sudah terasa sakit, dan mata juga perih jika tidak mengenakan kacamata. Meskipun tidak terlihat jelas di udara, debu-debu ini terlihat menumpuk di pos pemantauan Krakatau,” katanya.

Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat malam, 4 September 2026, tercatat telah menjangkau sebagian wilayah Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari citra satelit yang dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi mereka.

Menurut informasi yang diambil dari Instagram BMKG Wilayah 2, per pukul 07.00 WIB, ada dua kategori sebaran abu yang diidentifikasi berdasarkan ketinggiannya.

“Citra Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) pada tanggal 6 September 2026, pukul 05.00 WIB, menunjukkan perkembangan aktivitas erupsi GAK dari PVMBG dan VAAC Darwin, serta hasil analisis dari RGB Citra Himawari-9 yang memperlihatkan sebaran abu vulkanik,” demikian penjelasan dari BMKG Wilayah 2 yang dikutip pada Minggu, 6 September 2026.

Exit mobile version